Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Lombok Barat memperketat pengamanan melalui serangkaian patroli dialogis. Kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu malam (24/1) hingga Minggu dini hari (25/1) ini menyasar berbagai titik strategis, mulai dari lembaga pemasyarakatan, kawasan pemukiman padat penduduk, hingga objek vital lainnya di wilayah hukum Polres Lombok Barat.
Langkah preventif ini diambil sebagai respons cepat kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga mengenai inovasi layanan kepolisian terbaru. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu menekan angka kriminalitas, terutama pada jam-jam rawan saat masyarakat sedang beristirahat.
Pengamanan Ketat di Lapas Kelas IIA Mataram
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITA. Sebanyak empat personel Sat Samapta yang dilengkapi dengan atribut keselamatan lengkap bergerak menuju Lapas Kelas IIA Mataram yang berlokasi di Kecamatan Kuripan. Fokus utama dalam kunjungan ini adalah memastikan koordinasi yang solid antara kepolisian dengan petugas jaga di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Setibanya di lokasi, personel kepolisian langsung berkoordinasi dengan petugas di ruang piket P2U. Pertemuan ini bertujuan untuk memantau situasi internal dan memastikan tidak ada celah keamanan yang dapat memicu ketidakstabilan di dalam lapas. Dialog yang terbangun antara kedua pihak berlangsung komunikatif, di mana petugas kepolisian memberikan imbauan agar kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama bagi petugas lapas yang berjaga malam.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli ke objek vital seperti lapas merupakan bagian dari SOP rutin yang ditingkatkan kualitasnya.
“Kami menginstruksikan personel untuk tidak hanya sekadar melintas, tetapi benar-benar melakukan komunikasi intensif dengan petugas di lapangan. Stabilitas keamanan di lapas adalah hal yang sangat krusial, sehingga koordinasi lintas sektoral harus terus diperkuat,” ujar Iptu Eko Nugroho dalam keterangannya.
Menjamin Keamanan Pemukiman dan Sosialisasi Inovasi Layanan
Memasuki dini hari pada Minggu (25/1) pukul 00.30 WITA, jangkauan patroli diperluas ke area pemukiman, salah satunya di kompleks BTN Taman Mandali, Kecamatan Gerung. Di lokasi ini, personel Sat Samapta menyambangi pos pengamanan gerbang perumahan untuk berdialog langsung dengan satuan pengamanan (Security). Petugas mengingatkan para penjaga keamanan perumahan untuk rajin melakukan pengecekan berkala di gang-gang pemukiman guna menjamin keselamatan penghuni dari aksi pencurian maupun tindak kejahatan lainnya.
Tidak hanya fokus pada penjagaan fisik, Sat Samapta Polres Lombok Barat juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan program inovasi KEMOS (Kecepatan Melayani SOS) dan layanan Call Center 110. Program ini dirancang untuk memangkas waktu respons kepolisian dalam menangani laporan masyarakat yang bersifat darurat.
Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menjelaskan bahwa edukasi mengenai layanan digital kepolisian sangat penting agar masyarakat tahu ke mana harus melapor saat terjadi situasi genting.
“Melalui sosialisasi program KEMOS dan Call Center 110 ini, kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi selalu ada dalam genggaman mereka. Kecepatan informasi dari masyarakat melalui kanal resmi ini sangat membantu kami dalam menindaklanjuti potensi ancaman secara cepat dan tepat,” jelas Iptu Eko Nugroho.
Komitmen Pelayanan Prima dan Keamanan Terpadu
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan patroli dialogis yang berakhir pada Minggu subuh tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang menonjol selama pelaksanaan kegiatan. Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan personel di tengah masyarakat, khususnya pada waktu-waktu yang dianggap rawan tindak kriminalitas seperti tengah malam hingga menjelang subuh.
Kehadiran polisi di lapangan secara konsisten diharapkan tidak hanya menjadi efek jera (deterrent effect) bagi para pelaku kriminal, tetapi juga membangun hubungan emosional yang baik dengan warga. Dengan adanya kolaborasi antara patroli fisik dan pemanfaatan teknologi layanan darurat, Polres Lombok Barat optimistis situasi kamtibmas di wilayahnya akan tetap terjaga dengan baik di masa mendatang.








